Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Bibir Onrust di ujung pagi


Di ujung pagi, 

kekasih menghaturkan selamat ke haribaan harapan,
dan janji bertemu malam nanti,
di pelosok mimpi yang (aku) tiada

entah di Onrust, 
entah di Amboina, 

perahu, 

malam, 

bintang, 

pondok, 

dan pantai

ialah   bayang terpahat di atas pasir,

lenyap disapu air tinggi,
lapuk dimakan waktu,
hancur dilumat (racun) bibir malam

dan pada pojok mimpi kekasih
pada larut malam-malam yang luruh

hanya kutemukan dia,  kamu
pada sayang yang dahulu, aku! 

read more "Bibir Onrust di ujung pagi "

Pergi supaya pulang!





Masa muda meramu rupa-rupa wajah besok

Piarakan asa dan mimpi tentang hari depan


Melangkah jauh wahai orang muda

Biar langkah keluar dari kelam

Agar cahaya menghangati harapan


Turunlah ke jalan, 

Biar curam, walau berkelok

biar jauh jalan membawa jiwa pulang


karena pergi, 

biar sebentar membebaskan rindu

melekatkan kembali tiap-tiap kaki menapak


pergilah selagi muda

supaya mimpimu tegak, tak tenggelam

supaya kau mengerti, 


kapan waktunya pulang!


read more "Pergi supaya pulang! "

RINDU!

 

aku menulis pada duka yang ialah daku,

jua langit basah saat mata bertemu,

dan hangat lembah pagi..


saat benih ditabur 

oleh nelayan yang petani

mereka yang pergi menuju pulang


risau ini bimbang kekasih yang pendam,

huruf yang gagal diketik,

gema yang tersimpan dalam lemari,

peluk dan cium yang tiada pertanda,


dan ketika tinta tiba di baris terakhir hujan

jua kertas penghabisan dari yang semula

aku tak jua tuliskan...

RINDU! 



read more "RINDU!"

Resah tepi jalan (penantian oleh deras hujan)

Seribu cahaya lintasi waktu
merentang cerita dari bermacam rupa beralas aspal
menjajarkan maksud-maksud hari ini
dengan sembilu sesal kemarin jua harapan esok pagi

apa makna kesunyian dlm cahaya sepi itu

bergeming menatap lenguh yg sepadu dengan jenaka
tersudut pada bingarnya malam dan sepinya pagi
ataukah merenangi makna demi kata tanpa bisa menyata

lalu dimanakah kata-kata menetap

pada desah dua tubuh yang menyatu
dlm jenaka yg berbisik dari dua senyum di sudut taman
diantara mentari yang indah bersabar menanti malam saat terbenam
ataukah ketika mimpi secercah bisa menepi menjadi nyata

sejuta milyar cahaya berlomba lintasi rupa waktu

menelantang cerita dalam barisan-barisan yang hendak bermakna
mengugurkan tanya pada sikap yang riuh bicara
apakah makna kesunyian tepi hati
dan dimanakah bahagia menetap.

M Burhanudin B

kedai pasir putih
hari enam saat hujan bulan november
read more "Resah tepi jalan (penantian oleh deras hujan)"

el Loyality (puisi)

Tambatkan aku pada mata bintang
Saat massa menjadi limbung
Dan cahaya merekah redup

Temani diriku ketika ruang meluruh

Lenyap, tergabung dan menghilang

Panggil namaku, gelap akan menghampiri

Waktu mentari jadi bayangan
bintang kerlip pudar menghilang

hingga akhir hanyalah prolog

sedang awal menanti kehancuran

dalam ruangku, pada waktumu

there is nothing certain…….
but uncertanity !!!!!

..............................................................................



M Burhanudin B / @tero2_boshu
sebarisan kata2 goblok
saat jenuh datang sehabis menatap einstein
read more "el Loyality (puisi)"