Tampilkan postingan dengan label entah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entah. Tampilkan semua postingan

Bukan Orang Baik. Saya !



Kita berusaha menjadi orang baik.. Menjadi orang yang  tampak sempurna di hadapan semua orang. Dihadapan diri dan mata hati kita sendiri kita tahu kita bukan orang yang benar. Tidaklah orang yang lurus. Dihadapan mata hati kita sendiri. Saya dengan tegas bisa berkata. “ Saya bukan orang yang baik “.

Ini sebuah ungkapan yang terlalu sentimentil barangkali.. tapi inilah memang karat persoalan yang seolah sudah membatu dan menghalangi kemerdekaan berpikir dan berencana dalam hati. Inilah sempalan itu, noda yang menggerus nilai dan terkadang membuat hati terperangkap kesendirian saat diri semestinya merayakan kehilangan beban dan menerima masalah. Pendeknya, merayakan keniscayaan hidup. 
read more "Bukan Orang Baik. Saya !"

PNS (sebuah curhat tak tentu)


Public servant.  Kata itu dalam makna paling literal, paling harfiah bermakna pelayan publik. Pelayan masyarakat. Saya tidak tahu padanan kata itu dalam bahasa yang lain. Namun dalam bahasa indonesia. Public servant ini diterjemahkan dengan bebas sebagai pegawai negeri sipil. Padanan ini tentu kita dapati tidak sangat tepat !

Saya berpendapat bahwa sebutan pegawai negeri sipil itu tidak lebih dari gambaran mudah upaya mendikotomikan pekerja (pegawai.pen) yang bekerja untuk negeri (negara) dan sipil, dari pegawai negeri lain yang bukan sipil, melainkan militer.  Lebih jauh lagi sebutan itu, menurut saya hanyalah eufemisme untuk menyebut orang gajian yang menerima upahnya dari rakyat.

Tapi, mengapa meributkan sekedar padanan kata, singkatan dan atau penafsiran itu saat ini. Terutama setelah sekian tahun berada dalam pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil itu. Terus terang saya tidak bisa menjawab lebih jujur pertanyaan itu dari sekedar persoalan emosional saja.

read more "PNS (sebuah curhat tak tentu)"

Penemuan Jati Diri (seorang hamba?)

” Penemuan jati diri seorang Hamba “. kalimat judul sebuah puisi ini betul-betul menarik hati saya untuk berkomentar. bukan karena penulisnya adalah seorang yang telah cukup punya nama dalam konstelasi perpuisian nasional atau karena substansinya betul-betul sesuatu yang teramat penting untuk dikomentari, seperti yang sedang ramai dibicarakan media dalam terminologi terorisme dan dalang-dalang teror saat ini. tetapi hanya karena tema ini kebetulan sedang pas dengan suasana hati saya. Sama seperti anda yang mungkin suka dengan sebuah lagu baru saat ini karena liriknnya pas dengan kondisi kemanan dan ketertiban dalam jagat persemayaman raga anda.

Menemukan jati diri itu bukankah berarti menjadi diri sendiri, memiliki kecendrungan berpikir, bertindak dan berolah pikir sendiri ? Jawabannya ya atau tidak ? Bila jawabannya ya maka saya mungkin setuju bila kita semua tidak pernah menjadi diri sendiri. Toh sikap dan semua kecendrungan berprilaku kita ini warisan kultural, titipan psikologis dari zaman yang melahirkan kita kedunia, sikap dan tindak tanduk kita dibangun oleh kecendrungan pergerakan alam yang membesarkan kita. Maka manusia mungkin tidak pernah merupakan produk orisinil dari dirinya sendiri. Artinya dengan kata lain manusia itu mungkin hanya benda setengah manusia yang dimanusiakan oleh lingkungannya, yang juga berarti pabrik Tuhan hanya menghasilkan produk setengah jadi.

read more "Penemuan Jati Diri (seorang hamba?)"