Tak ada yang pernah tahu bagaimana cinta mereplikasi diri dalam hati manusia, dia juga tidak. Yang dapat dibayangkannya hanyalah sebab yang mengantarkan perasaan pada alamat yang bernama hati. Yang dapat diuraikannya hanyalah cerita, kisah tentang bagaimana cinta menemukan hati, ataukah justru sebaliknya hati yang menemukan cinta? Akh... itupun pertanyaan yang terlanjur membingungkan.
Bagi Kinar hidup tak pernah lagi sesederhana sediakala. Waktu dan peristiwa telah mengajarinya untuk tidak lagi menjadi impulsif, menjadi tergesa-gesa dan ceroboh dalam mengambil keputusan. Dia telah belajar, bersabar. Kinar berjanji, tak akan pernah lagi dia mengambil keputusan dalam sedetik.
Bukti tabungan kesabaran itu adalah hari ini Saat ini adalah total dari semua keberanian yang dihimpunnya Hari ini adalah momen Kinar untuk menjadi egois. Ini saatnya tiba pada kesimpulan yang sangat individualis.


