![]() |
| source: globalnews.id |
Tahun 2007, Chen dan Ravalion, keduanya akademisi Bank dunia, melaporkan bahwa angka kemiskinan
absolut global telah turun secara drastis, terutama di Asia. Dunia, menurut keduanya akan segera menyaksikan berkurangnya separuh angka kemiskinan global. Nubuat itu 'terbukti'. Tahun 2010, salah satu dari target
pertama Millennium Development Goals tercapai (World Bank 2013).
Sayangnya, kesimpulan
turunnya angka kemiskinan global itu tak benar-benar disambut penuh gegap gempita. Sebagian
cendekiawan meragukan klaim dan
laporan Bank Dunia itu. Sanjay Reddy dan Camelia Minou (2007) misalnya menyebut
kesimpulan turunnya angka kemiskinan global itu sebagai ‘tak konklusif’. Pangkal
soalnya, data angka kemiskinan di India dan China, penyumbang terbesar turunnya
angka kemiskinan global, tak dianggap reliable. Cendekiawan lain tak kalah keras
bersuara. Sebagian secara khusus menyoroti standar $1 per hari yang mereka anggap tak mewakili
konsumsi minimal warga dunia, bahkan pada negara-negara paling miskin sekalipun.
Kemiskinan, menurut cendekiawan-cendekiawan ini, boleh jadi tak sama sekali
berkurang bila standar pengeluaran $2 per hari digunakan sebagai standard
perhitungan.


